Published by Kalpin Erlangga Silaen on 27 Aug 2007
Rekonsiliasi
Hari ini, 27 Agustus 2007 saya akan melakukan rekonsiliasi dengan keluarga, sosial, dan diri sendiri dan terutama kepada Dia yang memberikan aku hidup dan anugerah. Kusadari bahwa aku masih banyak kekurangan, masih banyak hal yang semestinya harus kulakukan dan memang itu adalah kewajibanku. Aku ingin rekonsiliasi dan benar-benar mau berubah. Aku baca sebuah ayat dari Yesaya 1:18:
Marilah, baiklah kita berperkara! –firman TUHAN–Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
Aleluya….Sungguh Dialah Tuhanku, Juruselamatku yang selalu mengampuni kala aku mendekat ke hadiratNya. Dialah Juruselamatku.
Ampunilah aku ya Tuhanku, ya Allahku, janganlah kiranya aku terhilang dari hadapanMu, tetapi biarlah aku mendapat Kasih KaruniaMu. Amin.

atau mungkin berisi pil panjang umur 1000 tahun
atau bahkan mungkin berisi Pemindah Langit dan Bumi yang dikuasai oleh Tio Bu Ki sewaktu memperjuangkan berdirinya awal dinasti Ming. Atau….Pedang To Liong To ? hehehehe kebanyakan nonton film silat Mandarin dan baca Kho Ping Ho. Tetapi satu yang saya petik sewaktu kunjungan tersebut adalah, adanya penghargaan Negara untuk para Kaisar (yang baik) dan para pahlawannya. Bagaimana dengan kita, Bangsa Indonesia ? Sudahkah kita menghargai para pahlawan dan Bapak Bangsa kita ?
soalnya sudah lama tidak pernah ikut upacara (kali ada 10 tahun). Saya mau ke lt. 4 dulu ya mau makan siang.