Arisan Marga

Arisan.jpgArisan marga yang merupakan hal yang umum dikalangan masyarakat kita, khususnya Batak yang masih satu marga. Sebelum berkeluarga, saya tidak mengerti kenapa orang tua saya sering sekali ikut arisan, khususnya arisan marga Silaen. Apalagi, kalau lokasi arisan saat itu diadakan di Jakarta, sementara orang tua saya waktu itu ada di Bogor, sungguh tidak masuk akal bagi saya dengan jumlah arisan hanya 50 ribu yang diikuti oleh sekitar 25 keluarga. Kini, setelah saya berkeluarga saya menyadari pentingnya ikut arisan. Bukan besar kecilnya nominal arisan, melainkan silaturahmi antar keluarga. Bahkan saya merasakan sesuatu yang lain dari arisan kumpulan lain, yaitu saling berbagi informasi, saling membantu, kabar-kabari dan lain sebagainya. Kini, saya sudah 2 kali mengikuti arisan marga Silaen, khususnya keturunan Ompu Panggomal. Minggu, 2 Nov 2008 yang lalu misalnya, meski jauh lokasi diadakannya arisan, yaitu di daerah Bekasi saya sungguh bersemangat. Pada saat tiba ditempat, acara dimulai dengan makan, yang memang makanan tersebut adalah makanan khas Batak :). Setelah makan, acara memasuki acara bincang-bincang dan karena dirumah tersebut ada Music Keyboard maka mulailah Bapak-bapak bernyanyi batak (duh….asli saya kaget dengar suara indah para Bapak Tua dan Abang saya). Tertawa bersama, bercanda merupakan hal yang sangat biasa. Sambil beracara bebas, bendahara biasanya mulai menagih setoran arisan yang akan diserahkan ke tuan rumah. Pulang dari arisan, meninggalkan kesan tersendiri bagi saya, sungguh sangat menghibur dan bermanfaat.

Saran saya buat rekan-rekan sekalian, khususnya Suku Batak, silahkan ikuti acara arisan, siapa tahu bisa dapat Rokkap Ni Roha :)

Share/Bookmark